Sabtu, 23 Oktober 2021
spot_img
Mukomuko KotaWarga Koto Jaya Prihatin Atas Temuan Bungkus Komix

Warga Koto Jaya Prihatin Atas Temuan Bungkus Komix

MUKOMUKO – Tak hanya di wilayah lain saja yang saat ini banyak temuan bungkus obat batuk komix yang dikonsumsi untuk mendapatkan sensasi mabuk. Kondisi serupa, juga didapati di Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko. Dimana baru-baru ini, warga Kelurahan Koto Jaya turut dikejutkan dengan penemuan serakan bungkus obat batuk jenis Komix dengan jumlah banyak di sebuah rumah kosong. Menanggapi kondisi semakin maraknya pemakaian komix dalam dosis besar itu, Haris Setia Widodo, S.Pd warga setempat menyatakan, semua pihak harus waspada. Karena menurutnya, konsumsi nyeleneh dari obat batuk tersebut sudah masuk dalam fase yang memprihatinkan. Dimana salah satu rumah kosong sebelum kantor kelurahan ditemukan bungkusan komix dengan jumlah banyak. Jika dikumpulkan menurut Haris, bisa mencapai dua karung lebih. Bahkan bungkusan komix itu sudah banyak dibakar.

‘’Pengawasan dari pihak terkait terhadap penjualan obat, terutama komix harus sudah mulai dijalankan. Sementara bagi pihak pemilik toko obat atau warung yang menjual jenis obat itu, diharapkan melakukan penjualan harus dalam tahap yang wajar. Atau sesuai dengan anjuran pemakaian obat yang ditetapkan berdasarkan resep dokter,’’ kata Haris.

Lanjutnya, penjualan dalam tahap wajar tersebut, misalkan satu sampai dua sachet saja. Kalau ada yang beli dalam jumlah banyak hingga puluhan sachet atau satu kotak sekaligus, itu harus diwaspadai. Jangan sampai itu dijual dengan jumlah banyak, terutama pada kalangan anak remaja.

‘’Untuk peran orang tua dan guru di sekolah perlu ditingkatkan. Sebab masalah semacam itu, sangat rentan sekali menjalar ketingkat remaja dan anak-anak untuk mengkonsumsi barang jenis komix ini,’’ terang Haris.

Tambahnya, dengan ini ia sebagai warga setempat berharap adanya tindakan dari pihak kelurahan maupun dari pihak Polsek setempat. Jika dibiarkan saja tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan dampak yang negatif pada kalangan remaja. Menurutnya, usia yang menggunakan komix untuk mabuk yaitu usia remaja.

‘’Kalau orang dewasa saya yakin tidak mau menggunakan komix untuk mabuk. Sudah jelas ini pasti anak sekolah, karena harga komix masih terjangkau oleh mereka. Maka pihak Kelurahan harus melakukan razia pada malam hari dengan menggandengkan pihak kepolisian,’’ harap Haris. (api)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru