Kamis, 26 Mei 2022
HeadlineWakil Rektor IV UMJ Khatib Shalat...

Wakil Rektor IV UMJ Khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Assyuhada

MUKOMUKO, radarmukomuko.com Wakil Rektor (Warek) IV Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Septa Candra, SH., MH menjadi khatib shalat Idul Fitri di Masjid Assyuhada Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Pasar Bantal, Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko pada 1 Syawal 1443 Hijriah, Senin 2 Mei 2022 Masehi.

Khutbah shalat Idul Fitri dengan judul ‘’Kembali ke fitrah, bekal menuju kampung akhirat’’ disampaikan khatib dalam waktu lebih kurang 25 menit. Penuh makna, mudah-mudahan dari muatan khutbah yang disampaikan dapat menggugah semangat kita semua untuk bangkit. Meningkatkan nilai-nilai ibadah dengan memperbanyak amal saleh untuk meraih predikat taqwa.

Berikut muatan isi khutbah shalat Idul Fitri disampaikan Dr. Septa Candra, SH., MH:

Baca juga :   Pansus Sebut Dana COVID-19 Mencapai Rp 42 M

Alhamdulillah, pada hari Idul Fitri ini, kita semua dalam keadaan bergembira setelah melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Hal ini seperti dikatakan Rasullullah SAW, bahwa bagi mereka yang berpuasa akan mendapatkan 2 kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika Idul Fitri dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabb (Allah SWT) kelak di akhirat ketika masuk ke surga melalui pintu Ar-Rayyan yang dikhususkan bagi orang-orang yang berpuasa.

Kemudian, ibadah puasa yang kita laksanakan di bulan Ramadan bertujuan menjadi orang yang bertaqwa, dimana taqwa merupakan sebaik-baiknya bekal hidup di dunia sampai ketika menghadap Allah SWT kelak. Oleh karenanya kita dituntut untuk berbekal diri dengan segala jenis amal saleh yang Allah dan RasulNya perintahkan. Diantara ragam dan jenis amal saleh itu, yaitu mencukupi kebutuhan dan menutupi kekurangan saudara sesama muslim, terutama kaum kerabat, fakir miskin, muallaf, musafir, serta banyak lagi lainnya. Tidak cukup hanya dengan zakat, tetapi juga infak, sedekah dan wakaf.

Baca juga :   Semua Jembatan Kayu Sentra Ekonomi Masyarakat Mukomuko Memprihatinkan

Lebih lanjut, kita juga harus memastikan keamanan dan keselamatan sesama muslim, dengan tidak menyakiti hati sesama, menjaga harga diri (kehormatan) mereka, serta tidak menyebarkan isu/tuduhan keji terhadap sesama muslim. Seperti memfitnah, berburuk sangka serta berbagai perbuatan keji dan munkar lainnya.

Selanjutnya, perbaikilah hubungan dengan sesama, terutama dengan kedua orang tua, saudara kandung dan kerabat. Jangan simpan iri dengki dan dendam kesumat di dalam dada, karena ia ibarat onak duri dan sampah. Mari jadikan momentum Idul Fitri ini untuk saling memaafkan sehingga kita semua kembali ke fitri (kembali suci), serta marilah kita pertahankan akhlak mulia yang telah kita pelajari selama Ramadan seperti sabar, menjauhkan diri dari berdusta/berbohong, bergunjing dan memfitnah, bertenggang rasa kepada sesama dan segenap makhluk di muka bumi. Sehingga di momentum Idul Fitri ini kita kembali ke fitrah sebagai bakal menuju kampung akhirat. (nek/ril)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru

spot_img