Kamis, 23 September 2021
DaerahSoal Vaksinasi, Camat Usulkan Masyarakatnya Diprioritaskan

Soal Vaksinasi, Camat Usulkan Masyarakatnya Diprioritaskan

Bustam: Sabar, Semua Pasti Kebagian

PENARIK – Penarik merupakan salah satu kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Mukomuko. Masyarakat Penarik juga antusias mengikuti program vaksinasi Covid-19 massal. Hanya saja, hal itu terkendali pasokan vaksin yang terbatas. Sehubungan dengan itu, Camat Penarik, Sutrisna Imam Santosa, SH alias Ais, mengusulkan agar masyarakatnya mendapat prioritas untuk mendapatkan vaksin. Usulan tersebut telah dikoordinasikan dengan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan. Hanya saja, hal tersebut sepertinya belum bisa dikabulkan karena keterbatasan dosis yang ada. Sehubungan dengan itu, masyarakat diminta bersabar menunggu giliran.

Ais menyampaikan, di Kecamatan Penarik ada 14 desa dan dua unit Puskesmas. Masing-masing Puskesmas Lubuk Mukti dan Bukit Mulya. Pelayanan Puskesmas telah dibagi sesuai dengan letak geografis desa. Terkait dengan program vaksinasi massal Covid-19, camat telah berkoordinasi dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas yang ada. Hasilnya diketahui stok vaksin di kedua Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) sering kosong. Ais menyampaikan, berdasarkan informasi dari kedua Kepala Puskesmas, jumlah warga yang minta divaksin berkisar antaranya 70 hingga 80 orang per hari. Hanya saja, permintaan ini tidak sepenuhnya terpenuhi.

‘’Saya sudak koordinasi dengan Plt. Kepala Dinas Kesehatan agar Penarik diprioritaskan untuk vaksin Covid-19,’’ ujar Ais.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan, yang juga juru bicara Satgas penanganan Covid-19, Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM, M.Kes menyampaikan, dosis vaksin Covid-19 bukan pengadaan dari kabupaten. Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa menentukan dosis yang dibutuhkan. Ia mengatakan vaksin ini pengadaan pusat. Dari pusat didistribusikan ke provinsi, kemudian dilanjutkan ke kabupaten. Vaksin yang diterima pihak kabupaten, tidak sesuai dengan usulan yang disampaikan. Sebagai gambaran, ketika diusulkan 5 ribu dosis, yang tiba hanya seribu. Dosis yang ada harus dibagikan secara adil, sesuai dengan kondisi yang ada.

‘’Kami tidak bisa menentukan jumlah dosis vaksin, karena itu pengadaan dari pusat. Ketika habis, kami usulkan lagi. Meskipun jumlahnya sedikit, vaksin ini terus ada,’’ jelas Bustom.

Bustom meminta masyarakat bersabar, karena semuanya pasti dapat bagian, hanya saja harus menunggu giliran. Disarankan, pemerintah desa ikut ambil bagian untuk menyukseskan program ini. Bagi warga yang ingin mendapatkan vaksin, mendaftar kepada pemerintah desa. Data dari desa ini kemudian disampaikan kepada pihak Puskesmas. Setelah mendapatkan data calon penerima vaksin, pihak Puskesmas menentukan jadwal vaksinasi. Disampaikan Bustam, saat ini pihaknya sedang fokus terhadap vaksinasi tahap dua. Dengan kata lain, warga yang sudah vaksin tahap pertama, diutamakan untuk mendapatkan vaksin tahap dua.

‘’Jumlah warga yang sudah vaksin tahap pertama ada 14 ribu, tapi yang sudah vaksin kedua baru 4 ribuan. Kami sedang fokus untuk vaksin kedua, agar jeda waktunya antara vaksin pertama dan kedua tidak terlalu lama,’’ demikian Bustam.(dul)

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru