Selasa, 17 Mei 2022
Mukomuko KotaPerda Disahkan, BMA Pede Bentengi Adat...

Perda Disahkan, BMA Pede Bentengi Adat Mukomuko

MUKOMUKO – Seperti diketahui, beberapa waktu lalu DPRD Mukomuko sudah mengesahkan beberapa Peraturan daerah (Perda) baru. Salah satunya ada Perda yang mengatur tentang pemberdayaan dan pelestariat adat istiadat. Perda ini disambut baik oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Mukomuko dan akan menjadi pedoman mereka untuk lebih percaya diri (Pede) dalam penguatan organisasi dan tugas menjaga dan melestarikan adat istiadat Mukomuko.

Ketua Bapem Perda DPRD Mukomuko, Busra  mengakui ada tiga perda yang sudah disahkan pada akhir tahun, yaitu Perda tentang Kabupaten Ramah Anak, Kedua Perda  tentang pokok keuangan daerah dan perda tentang pelindungan dan pengelolaan pemberdayaan adat istiadat. Perda mengenai pelindungan dan pengelolaan pemberdayaan adat istiadat, ini cukup penting untuk melestarikan adat Mukomuko dan memberi dukungan pada mejelis adat menjalankan fungsinya.

Baca juga :   Didatangi Kapolres, BMA Bahas Wanita Seksi

‘’Salah satu yang sudah disahkan Perda mengenai pelindungan dan pengelolaan pemberdayaan adat istiadat, mudahan kedepan BMA dapat memaksimalkan fungsinya dengan sudah adanya dasar hukum, berupa Perda,’’ kata Busra.

Ketua BMA Mukomuko, Bismarifni,SH terkait disahkannya Perda ini, mengaku bersyukur dan berterimakasih pada pemerintah daerah dan dewan. Informasi yang mereka dapat Perda sudah ketuk palu dan dalam proses verifikasi, artinya tahun depan sudah dapat dijadikan dasar BMA dalam membina organisasi dan pelestarian adat Mukomuko.

‘’Informasinya sudah disahkan, tapi perdanya belum kita baca seluruhnya, masih proses verifikasi hingga nanti diregister, intinya Perda ini sangat penting menjadi pedoman kami, sehingga ada dasar hukum dalam setiap melaksanakan kegiatan, termasuk dalam hal penganggaran,’’ paparnya.

Baca juga :   Joko Iskandar Sampaikan Permohonan Maaf ke Pemkab Mukomuko

Bismarifni juga mengatakan, sekarang pembentukan kepengurusan ditingkat kecamatan sudah selesai di 15 kecamatan. Secara umum BMA terus memaksimalkan pelaksanaan fungsinya di tengah masyarakat. Tentu BMA butuh dukungan dari pemerintah untuk kelancaran tugas.

‘’Kalau kepengurusan kita sudah clear, termasuk di seluruh kecamatan, kawan-kawan juga sudah melaksanakan fungsinya selaku mejelis adat. Kedepan untuk lebih baiknya, tentu kita berharap dukungan penuh pemerintah daerah,’’ tutupnya.(jar)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru

spot_img