Kamis, 26 Mei 2022
Nyaris Jadi Korban Begal

Nyaris Jadi Korban Begal

MUDIK LEBARAN , PALAK CURUP TETAP RAWAN

Mudik lebaran  Idul Fitri sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Jarak yang jauh dan waktu yang lama  bukan jadi penghalang tetap mudik lebaran. Walau terkadang resiko kecelakaan dan kejahatan kerap terjadi . Hal ini nyaris terjadi pada rombongan  saya. Saat pulang dari mudik melintasi kawasan  Lubuk Linggau dan kota Curup. Berikut catatanya.

Catatan : A. KARTUBI,SH

Mukomuko – Mudik lebaran tahun ini ramainya luar biasa. Hampir seluruh warga dirantau pulang, termasuk saya sekeluarga. Pemandangan  Sepanjang jalan,  arus mudik padat oleh kendaraan pribadi baik roda dua dan roda empat.

Kebelat mudik yang tertahan selama ini,   tak terbendung lagi. Semua sudah lama tidak mudik lebaran.  Minggu  1/5  saya dan keluarga  mudik dari Bengkulu menuju desa Nagasari  Ogan Ilir Palembang. Rute yang kami tempuh  jalur Kepahyang,  Pendopo, Tebing Tinggi, Kota Lahat,  Muara Enim dan   Ogan Ilir.

Sore tepat pukul 18.00  WIB  saya  dan keluarga sudah tiba di desa Nagasari dengan  aman dan selamat.  Langsung  saya ikut berbuka puasa di hari terahir bersama ibu dan keluarga di kampung halaman. Rindu bertahun – tahun dengan Ibu dan kampung halaman  langsung terobati.  Setelah dua hari di kampung  usai ziarah di pemakaman ayahanda, esok harinya  saya bersama keluarga  menuju kota  Palembang. Tepat di hari lebaran ketiga.

Baca juga :   Posko Penyekatan di Mukomuko Ramai, 2 Pemudik Reaktif

Di Palembang  tempat saya sekolah SMA dahulu. Banyak kenangan di kota ini. Usai  bekunjung dan lebaran dengan  keluarga di Palembang. Saya sekeluarga   jalan ke tempat  wisata” Danau  Jaka Baring Sport City Palembang “ objek wista nya bagus dan luas serta danaunya begitu indah.  Pengunjungnya  membludak hinggga  sampai larut malam masih ramai.

Keesoaknnya  Usai salat jum’at 6/5  saya pulang balik lagi ke Kota Bengkulu.  Adik saya Mustamer dan Idul Arfani   ikut ke Bengkulu. Mereka mau lihat Pantai Panjang,  Pantai Zakat dan rumah  pengasingan Soekarno. Tiga unit mobil kompoi, avanza veloz, calya, dan mobil Sigra.  Dengan rute  Palembang ,  Tol Indralaya,  Prabumulih  Muara Enim,   Lahat,  Tebing Tinggi,    lubuk linggau  Curup.

Nah! antara  kota linggau dan Curup  salah satu adik   kami diduga di pepet kawanan begal. Keronologisnya ketika  masuk kota Lubuk  Linggau  suasana  teramat sunyi mencekam  waktu pagi menunjukan  pukul  003 WIB.  Hanya  kendaraan saya dan dua kendaraan adik saya  yang  melintas.

Baca juga :   Posko Penyekatan di Mukomuko Ramai, 2 Pemudik Reaktif

Saya dan rombongan tetap menerobos desa Padang Ulak Tading  dan desa Kepala Curup.  Setelah masuk desa Kepala Curup. Tiba -tiba mobil adik saya yang paling belakang di pepet oleh dua kendaraan dengan waktu bersamaan. Mobil ayla merah plat BG  dan Avanza hitam plat BG. Modusnya merka  mengerem sengaja menahan agar adik saya tertinggal jauh. Dan adik saya tidak di beri celah untuk mendahului  mengejar saya. Sedang mobil Avanza  hitam di belakang adik saya menekan gas sekerasnya seakan menabrak dari bagian belakang. Adik saya Mustamirudin ,Lc baru pertama kali ke Bengkulu. Dia mulai takut dan gemetar, tapi dia tak hentinya selawatan untuk tetap tenang. Tiba – tiba Hp saya berdering ternyata adik saya Mustamirudin nelpon” kacek (kakak) ngapo mobil di depan dan di belakang saya  seperti idak benar lagi. Mereka  menahan laju mobil saya, serta meraungkan bunyi knalpot mobilnya. Seketika itu saya sadar bahwa adik saya mobilnya  akan di begal. Dengan  spontan  saya hentikan mobil saya dan adik saya Idul juga menghentikan mobilnya  secara mendadak. Sehingga mobil diduga begal itu terjepit antara dua mobil adik saya. Tanpa sadar saya keluar mobil dan melihat mobil adik saya. Seketika itu kawannan begal keluar dari mobil dan pilih kabur kerumah warga. Saya sadar akan resiko berhadapan dengan mereka, saya isyaratkan dengan dua adik saya segera masuk mobil dan tancap gas. Tanpa memperdulikan jumlah begal di dalam mobil  itu. Sementara mobil  avanza hitam lebih dahulu melaju kabur.

Baca juga :   Posko Penyekatan di Mukomuko Ramai, 2 Pemudik Reaktif

Terbukti wilayah ini tetap tidak aman hingga kini. Padhal masih kondisi lebaran  H + 6  pos penjagaan pun masih berdiri. Mobil yang melintas pada jam sepi itu,  semua komplotan mereka. Mereka ingin meyakinkan pemudik bahwa banyak yang melitas dan aman. Ternyata semua nya kelompok begal yang masih terus mencari mangsa. (aka)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru

spot_img