Selasa, 17 Mei 2022
Mukomuko KotaKrisis Solar, Truck Warga Mulai Banyak...

Krisis Solar, Truck Warga Mulai Banyak Diparkir

MUKOMUKO, radarmukomuko.com Krisis solar dampak dari terbatasnya stok dari pertamina untuk SPBU di wilayah Mukomuko, mulai menggerus perekonomian warga. Faktanya, karena sulitnya mendapatkan bahan bakar solar, kendaraan pengangkut warga seperti truck hingga mobil pelansir sawit mulai banyak diparkirkan, tidak bisa jalan. Bahkan pantauan koran ini, hampir di semua SPBU banyak kendaraan parkir dari pagi dengan tujuan bisa mendapatkan BBM saat tangki BBM masuk malam harinya.

Salah seorang sopir Truck, Hendra mengakui biasanya ia mendapatkan BBM jenis solar dari penjual dengan menggunakan jerigen, karena untuk membeli langsung ke SPBU, jaraknya jauh. Namun belakangan ini sudah jarang ada penjual solar dengan jerigen, karena mereka tidak mendapat jatah di SPBU. Setiap BBM yang datang langsung habis oleh antrian kendaraan yang sudah menunggu.

Baca juga :   BBM Kerap Langka, Ahok Diminta Benahi Manajemen Pertamina Bengkulu

‘’Biasanya kita mesan dengan pembeli menggunakan jerigen, sekarang sudah jarang, karena tidak dapat solar dari SPBU. Minyak yang datang habis untuk mengisi mobil yang antri,’’ katanya.

Lanjutnya, karena tidak ada solar maka ia tidak bisa menarik angkutan, sekarang mobil terpaksa diparkir di dekat SPBU dengan harapan saat solar datang, bisa diisi. Dampak dari kondisi maka sudah pasti, pemilik kendaraan mengalami kerugian, karena seharusnya setiap hari bekerja, mulai dari mengangkut material hingga membawa sawit masyarakat ke pabrik.

‘’Harusnya bisa narik setiap hari, karena tidak ada solar, maka tidak bisa jalan, BBM yang ada hanya cukup untuk datang ke SPBU, mudah-mudahan malam nanti solar datang, kita bisa mengisi. Gawatnya sudah antri lama, ternyata solar tidak datang,’’ tuturnya.

Baca juga :   Empat Karyawan SPBU Air Punggur Dirumahkan

Juga dikatakan salah seorang toke sawit Herman, sekarang banyak kendaraan angkutan tidak jalan karena tidak ada solar. Dampaknya kegiatan lansir maupun penjualan sawit masyarakat ke pabrik sedikit terganggu. Harapannya ketersediaan BBM bisa kembali normal, sehingga putaran ekonomi tidak terganggu.

‘’Banyak mobil tidak bisa jalan, bahkan parkir di kebun kehabisan bahan bakar, dampaknya sawit harusnya bisa dibawa ke pabrik, terpaksa ditunda,’’ tutupnya.(jar)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru

spot_img