Sabtu, 25 Juni 2022
HeadlineKejari Mukomuko Tahan Mantan Kades Terduga...

Kejari Mukomuko Tahan Mantan Kades Terduga Korupsi Dana Desa 

RADARMUKOMUKO.COM – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mukomuko menahan mantan Kepala Desa (Kades) Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berinisial Ed, Selasa sore (21/06/2022).

Ed ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka (Tsk) dalam perkara dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Pasar Ipuh yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran (TA) 2021. Sementara jelang perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Ed ditahan dan dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Mapolres Mukomuko.

Selain mantan Kades Ed, perkara ini juga menyeret Kaur Keuangan atau Bendahara Desa berinisial Y. Penyidik juga telah menetapkan Y sebagai Tsk, namun belum ditahan lantaran sedang dalam kondisi sakit sesuai dengan surat keterangan dokter.

Baca juga :   Perkara Uang Rp 255 Juta, Tersangka Ditemani Oknum Pejabat Temui Korban

Kepada awak media Selasa sore. Kajari Mukomuko Rudi Iskandar, SH., MH melalui Kasi Pidsus Agung Malik Rahman Hakim, SH., MH,  didampingi Kasi Intel Radiman, SH menyampaikan bahwa penetapan Tsk terhadap mantan Kades Ed dan Bendara Y, setelah memiliki cukup bukti.

‘’Hari ini, tersangka Ed mantan Kades Pasar Ipuh kita periksa. Kita sudah memiliki cukup bukti dan ia langsung kita tahan untuk 20 hari kedepan sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Sementara, bendaharanya, hari ini belum ditahan karena yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan dengan alasan sakit. Suaminya yang datang membawa surat keterangan sakit dari dokter Puskesmas Ipuh,’’ ungkapnya.

Baca juga :   Peristiwa Berdarah di Teramang Jaya, Pelaku Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan

Dijelaskannya, Ed dan Y ditetapkan sebagai Tsk lantaran adanya dugaan penyelewengan pada pembelanjaan APBDes Pasar Ipuh yang bersumber dari DD dan ADD tahun 2021. Dari pagu APBDes Rp 1,1 miliar,  ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 327. 495.919.  Kerugian negara ini diketahui berdasarkan hasil audit Inspektorat Daerah Mukomuko.

‘’Penyimpangan ini tidak melaksanakan kegiatan fisik pembuatan sumur bor sebanyak 4 titik bersumber dari APBDes. Tidak dibayarkannya SILPA honor perangkat desa, serta membuat pertanggungjawaban fiktif,’’ sampainya.

Disampaikan, dua Tsk dugaan korupsi DD dan ADD ini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga :   Kasus Pelecehan Terhadap Anak Meningkat

‘’Perbuatan tersangka pada perkara ini dijerat pasal 3 Undang-Undang Tipikor jo pasal 56 ayat (1 ) ke 1 KUHP,’’ paparnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum tersangka Ed, Taufik Hal Hidayat, SH menuturkan, pihaknya meyakini masih ada tersangka lain dari perkara ini. Ia berharap pihak penegak hukum mendalami perkara ini hingga tuntas.

“Kami berkeyakinan masih ada tersangka lain. Ungkap ini secara terang benderang dan sesuai SOP. Itu harapan kami,” demikian Taufik. (nek)

Berita Terkait

spot_img
spot_imgspot_img

Berita Terbaru

error: Alert: Content is protected !!