Rabu, 18 Mei 2022
DaerahJembatan Gantung Nyaris Makan Korban

Jembatan Gantung Nyaris Makan Korban

Di Lubuk Bangko, Selagan Raya

SELAGAN RAYA – Perhatian bagi masyarakat yang akan melintasi jembatan gantung di Desa Lubuk Bangko, Kecamatan Selagan Raya. Saat melintasi jembatan ini harus ekstra hati-hati, karena kondisinya rusak parah. Lantai jembatan yang terbuat dari papan, sudah lapuk dan sebagian jatuh ke Sungai Selagan. Akibatnya banyak lubang mengangga pada bagian lantai. Kondisi ini sudah terjadi sejak sekitar 5 bulan terakhir. Meskipun kondisinya rusak parah, warga memaksa melewati jembatan ini, karena satu-satunya akses menuju kebun dan sawah. Selasa sore, ada warga yang melintas di atas jembatan, menggunakan motor. Motor yang dikendarai sempat terpelesat, hingga roboh. Beruntung, tidak jatuh ke sungai.

Baca juga :   Baru Dibangun, Gedung Senilai Rp 1.3 M Retak Seribu

Dodi, pemuda Selagan Raya, mengatakan, jembatan ini satu-satunya akses masyarakat ke kebun atau sawah di berada di seberang Sungai Selagan. Warga yang melewati jembatan ini bukan hanya dari Lubuk Bangko, tapi desa-desa lain yang ada di sekitarnya. Diantaranya warga Aur Cina, Pondok Baru, Sungai Ipuh Dua, dan lainnya. Luas sawah dan kebun mencapai ratusan hektare. Jembatan ini bisa dilintasi berbagai jenis kendaraan. Mulai motor hingga truk. Dalam satu hari, tidak kurang dari 5 truk pengangkut sawit melintasi jembatan ini. Belum lagi, mobil jenis pic up, serta motor.

‘’Banyak warga yang memiliki kebun di seberang jembatan gantung ini. Kalau jembatan nggak bisa dilintasi, satu-satunya jalan menyeberangi sungai,’’ jelas Dodi, yang bekerja sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD).

Baca juga :   Warga Talang Medan Dimakamkan Secara Protokol Covid

Dikatakan Dodi, kondisi jembatan yang demikian sangat dikhawatirkan oleh masyarakat. Diharapkan, kondisi ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Jembatan tersebut statusnya milik pemerintah daerah. Selama ini, jembatan sudah berkali-kali dilakukan perbaikan. Namun demikian, material yang berupa kayu memiliki keterbatasan. Selain mobilitas yang tinggi, faktor cuaca juga berpengaruh terhadap umur material. Lapuk dan hancur, adalah hal yang tidak bisa dihindari.(dul)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru

spot_img