Kamis, 26 Mei 2022
Mukomuko KotaGiliran Buaya Sungai Selagan Diburu Pawang

Giliran Buaya Sungai Selagan Diburu Pawang

MUKOMUKO, radarmukomuko.com Selama ini masyarakat selalu khawatir karena diintai buaya di Sungai Selagan. Bahkan belum lama ini, warga Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko tewas setelah digigit buaya. Sehingga warga berusaha mendatangkan pawang untuk menangkap buaya. Satu ekor buaya di Sungai Selagan sudah berhasil ditangkap. Namun upaya mengevakuasi buaya lainnya khusus wilayah Kota Mukomuko belum dihentikan. Terbukti, masyarakat bersama pawang buaya dan dibantu pihak lainnya, masih berupaya melakukan penangkapan terhadap buaya lainnya. Sebab diyakini jumlah buaya yang penghuni sungai ini cukup banyak dan bahkan terdapat buaya yang lebih besar dan ganas.

Baca juga :   Baznas: Pengumpulan Dana Zakat Belum Mencapai Target

Camat Kota Mukomuko, Ali Nasri dihubungi mengatakan berdasarkan keterangan dari pihak desa, upaya penangkapan masih dilanjutkan hingga satu bulan ke depan. Karena permintaan warga seluruh buaya di sungai ini dapat dievakuasi, terutama yang berukuran besar dan ganas. Malam kemarin, kabarnya satu ekor buaya lagi berhasil ditangkap, namun saat akan diikat buaya ini lepas kembali.

‘’Penangkapan masih dilakukan, karena perjanjian warga dengan pawang ini, penangkapan selama satu bulan, kalau bisa yang besar-besar bisa ditangkap. Informasinya malam kemarin kembali tertangkap, tapi akhirnya lepas lagi,’’ katanya.

Lanjut camat, alasan warga meminta dilakukan evakuasi terhadap buaya ini, karena dampak dari ketakutannya. Ini juga dinilai bisa membatasi masyarakat untuk beraktivitas. Apalagi bagi masyarakat Sungai Selagan salah satu urat nadi perekonomian warga di beberapa desa. Mulai dari kegiatan mencari lokan, ikan hingga pengangkutan hasil pertanian seperti sawit, harus melintasi sungai ini. Sejak terjadinya korban meninggal karena digigit buaya, tidak ada yang berani beraktivitas ke sungai ini.

Baca juga :   Masih Banyak PNS Maksa Minta Pindah

‘’Kondisi warga benar-benar takut, sehingga berdampak pada kegiatan perekonomian, maka mereka ingin buaya-buaya ini bisa dievakuasi. Mereka rela mendatangkan pawang buaya untuk bisa melakukan penangkapan dan itu kabarnya ada biaya dikeluarkan warga,’’ tutunya.

Terkait dengan buaya yang mati setelah ditangkap beberapa waktu lalu, Ali Nasri mengatakan buaya ini mati setelah serahterima dengan BKSDA. Informasinya buaya ini sudah dikubur oleh BKSDA.

‘’Kemungkinan mati karena kondisinya terikat terlalu lama, buaya ini diserahkan dalam keadaan hidup,’’ tutupnya.(jar)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru

spot_img