Rabu, 18 Mei 2022
Mukomuko KotaBupati Minta Media Beritakan Kondisi Nyata...

Bupati Minta Media Beritakan Kondisi Nyata Daerah

Sapuan : Berita Terlalu Bagus, Dampaknya Jelek

MUKOMUKO Dalam pertemuan dengan awak media saat acara ngopi bareng Dandim 0428 Mukomuko, menegaskan keberadaan media sangat penting dalam menciptakan suasana kondusif dan mendorong percepatan pembangunan daerah. Pemberitaan media mempengaruhi usaha dan upaya pemerintah dalam mendapatkan anggaran maupun program dari pusat. Maka ia berharap media Mukomuko jujur dan mengangkat kondisi riil daerah, tidak mengada-ngada.

Dikatakan Bupati H. Sapuan, SE, MM, Ak, CA, CPA membangun daerah perlu sinergitas atau kerjasama semua unsur, dalam hal ini eksekutif, legislatif dan yudikatif, termasuk media massa. Peran media sangat mempengaruhi kesuksesan pemerintah dalam membangun dan melayani masyarakat.

Baca juga :   Rombongan Bupati Mukomuko Terjebak Banjir

‘’Kita butuh dukungan kawan-kawan media dalam menyukseskan pembangunan daerah, karena informasi dari media sangat berpengaruh di masyarakat maupun di tatanan pusat,’’ kata Sapuan.

Lanjutnya, media harus mengangkat kondisi riil daerah, jika kondisinya tidak bagus, sampaikan sebenarnya. Kalau media selalu memberitakan yang bagus, dampaknya tidak baik saat pemerintah mengajukan program atau anggaran. Berita media dipantau pihak kementerian dan menjadi dasar mereka mengarahkan pembangunan.

‘’Kalau beritanya selalu bagus, saat kepala daerah datang mengajukan proposal pembangunan, pihak pusat tidak percaya. Jawabannya daerah ini sudah baik, sesuai isi pemberitaan. Maka saya katakan, berita selalu bagus hasilnya tidak bagus juga,’’ paparnya.

Baca juga :   Nota KUA ABPD 2022 Belum Disampaikan ke Dewan

Masih dikatakannya, sekarang pemerintah sedang berjuang, karena anggaran minim dan belum lagi kebijakan refocusing dari pusat untuk penanggulangan Covid-19. Salah satu langkah yang akan digenjot kedepan adalah peningkatan Pendapat asli daerah. Ini perlu dukungan media supaya masyarakat memahami pentingnya kewajiban pajak.

‘’Karena anggaran minim, kita susah menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan, termasuk dampaknya anggaran publikasi media belum bisa kita maksimalkan,’’ tutupnya.(jar)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru

spot_img