Rabu, 18 Mei 2022
Mukomuko KotaBuaya Hanya Dekati Lukah BKSDA

Buaya Hanya Dekati Lukah BKSDA

MUKOMUKO, radarmukomuko.com Seperti diinformasikan sebelumnya, menindaklanjuti ketakutan warga terhadap buaya di Sungai Selagan, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melalui Resor Mukomuko memasang perangkap (lukah,red) untuk menangkap buaya ganas yang sempat menggigit pencari lokan hingga meninggal dunia. Namun hingga hari kelima, perangkat ini dipasang, belum ada buaya yang masuk. Namun informasinya buaya-buaya ini masih kerap menampakkan diri.

Camat Kota Mukomuko, Ali Nasri mengatakan perangkap BKSDA masih terpasang di sungai Selagan, hingga sekarang belum ada hasil. Namun bukan berarti buaya ini sudah tidak ada, karena setiap saat warga masih melihat kehadiran buaya di sepanjang sungai ini.

Baca juga :   BKSDA Identifikasi Bangkai Gajah di Mukomuko

‘’Sampai sekarang perangkap masih terpasang, setiap hari warga mengeceknya, belum ada buaya yang masuk ke perangkap tersebut,’’ katanya.

Lanjutnya, setiap hari buaya ini masih muncul, sehingga warga belum berani beraktivitas di sepanjang sungai, baik mencari lokan maupun mengangkut buah sawitnya.

‘’Belum ada warga yang berani beraktivitas, karena buaya ini belum tertangkap dan masih sering muncul sepanjang sungai,’’ paparnya.

Terus langkah kedepan untuk mengatasi masalah ini, camat belum mengetahui pasti. Namun keterangan pihak BKSDA, perangkap ini akan dicoba selama satu minggu. Setelah itu nanti akan dicek perkembangannya, kemungkinan besar akan ditambah jumlah perangkapnya atau akan diambil langkah lain.

Baca juga :   Warga Beramai-ramai menyaksikan si "Boy" berukuran besar tengah berjemur di Jembatan Koto Jaya

‘’Untuk satu minggu ini, perangkap dibiarkan dulu, kalau tidak masuk, mungkin ditambah atau akan ada langkah lain dari BKSDA,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Resor Mukomuko BKSDA Bengkulu, Rasidin mengatakan pihaknya memasang perangkap dan alat pancing untuk menangkap buaya yang telah memangsa warga Desa Tanah Rekah. Perangkap dipasang pinggir sungai dengan diberi umpan entok atau bebek. Upaya penangkapan dilakukan bersama dengan warga dan pihak Tripika kecamatan.

‘’Kita coba lakukan upaya penangkapan dengan cara memasang perangkap dan pancing. Buaya ini sudah memangsa warga hingga meninggal dunia, maka dianggap ganas dan membayakan,’’ katanya.(jar)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru

spot_img