Rabu, 18 Mei 2022
Mukomuko KotaBatas Waktu Vaksin Kedua Enam Bulan

Batas Waktu Vaksin Kedua Enam Bulan

Dinkes : Jika Lewat Divaksin Dari Awal

MUKOMUKO, radarmukomuko.com Realisasi vaksin untuk penyuntikan dosis satu di Kabupaten Mukomuko sudah hampir 90 persen. Namun untuk penyuntikan dosis dua masih sangat rendah, dibawah 60 persen. Perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa vaksin kedua harus dilakukan paling lambat enam bulan setelah penyuntikan vaksin pertama, jika melewati batas waktu tersebut, maka dianggap belum vaksin, harus melakukan penyuntikan dari awal atau vaksin pertama kembali.

Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko, Jajat Sudrajat.SKM mengatakan, setelah melakukan vaksin pertama, langsung ditetapkan jadwal untuk vaksin kedua. Diharapkan penerima vaksin melakukannya tepat waktu, namun demikian juga bisa lewat jadwal. Kesepakatan pemerintah, bahwa rentang waktu paling lambat pelaksanaan vaksin kedua adalah  enam bulan setelah vaksin pertama.

Baca juga :   Bantuan Covid-19 Rawan Terkontaminasi Kepentingan Politik

‘’Jika sampai enam bulan tidak melakukan vaksin kedua, maka harus disuntik dari awal lagi, yaitu dosis satu dan dosis dua. Biasanya setelah vaksin pertama, langsung diberi bukti dan ditetapkan jadwal vaksin kedua, jangan sampai lewat enam bulan,’’ katanya.

Lanjutnya, masih rendahnya vaksin kedua disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah ketersediaan dosis vaksin. Saat ini yang tersedia hanya vaksin sinovac dan pfizer. Sementara vaksin yang banyak dibutuhkan untuk vaksin kedua yaitu AstraZeneca dan Moderna. Pengusulan telah dilakukan, prosesnya akumulasi dengan kabupaten lain, dikoordinasikan dengan provinsi. Yang mengajukan ke pusat, pihak provinsi, selanjutnya didrop ke daerah-daerah.

Baca juga :   Bendung Irigasi Terban, Sawah Kekeringan, Jembatan Gantung Terancam

‘’Komunikasi terus kita lakukan, sekarang memang di provinsi sedang kosong. Memang ketidaktersediaannya vaksin menjadi kendala untuk realisasi vaksin kedua. Sebab vaksin kedua harus sama mereknya dengan vaksin yang digunakan pada vaksin pertama,’’ tegasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Bustam Bustomo,M.Kes juga mengakui sudah beberapa minggu Mukomuko mengalami kekosongan vaksin merek AstraZeneca dan Moderna yang dibutuhkan untuk vaksin kedua bagi masyarakat. Ia belum bisa memastikan kapan dosis ini tersedia, karena tergantung ketersediaan di provinsi.

‘’Kita sifatnya mengajukan dan mengkomunikasikan ke provinsi, nanti provinsi yang melakukan droping ke daerah, maka kita hanya menunggu,’’ tutupnya.(jar)

Berita Terkait

spot_imgspot_img

Berita Terbaru

spot_img